Penggunaan Model Make A Match Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Ilmu Pengetahuan Alam Pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar

Main Article Content

Sehyla Maryam
Nano Sukmana
Moch. Rasyid Ridha

Abstract

This research is motivated by the low ability of students to understand the concepts in science subjects at SDN Pelangi 01 Kec Majalaya District. Bandung. There is still a lack of understanding of students' concepts in science subjects. The lack of willingness of students to deepen and develop curiosity about understanding the concept of natural science subjects. Less pleasant learning process. Responsibility and confidence of students has not been seen. Learning is still centered on educators. This study aims to obtain information about the use of the Make a Match learning model to improve the ability of students 'understanding of concepts in natural science material compared to the increase in students' understanding of concepts by conventional methods, namely lectures. The research design used is Quasi Experimental Design type Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all grade IV students of SDN Pelangi 01 Elementary School with a total number of classes, 2 classes totaling 56.

Article Details

How to Cite
Maryam, S., Sukmana, N., & Ridha, M. (2019). Penggunaan Model Make A Match Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Ilmu Pengetahuan Alam Pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar. Primaria Educationem Journal (PEJ), 2(2), 156-162. Retrieved from http://journal.unla.ac.id/index.php/pej/article/view/1404
Section
Articles

References

Anderson, L. W. & Karthwohl, D. R. (2017). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran Pengajaran dan Asismen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arifin, Z. (2014). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2012). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Brahim, T. K. (2017). Peningkatan Hasil Belajar Sains Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, Melalui Pendekatan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati di Lingkungan Sekitar.L2 Journal, 09, 37-49. (Online). http://physicsmaster.orgfree.com/Artikel%20&%20Jurnal/Wawasan%20Pendidikan/Peningkatan%20Hasil%20Belajar%20Sains.pdf (Diakses 13 Desember 2018).
Daryano. (2008). Evaluasi Pendidikan. Solo: Rineka Cipta.
Hanafiah, N. & Suhana, C. (2010). Konsep Strategi Pembelajaran. PT Refika Aditama. Bandung.
Huda, M. (2014). Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur, dan Model Terapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Buku Pedoman Guru Tema: Kayanya Negriku Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama.
Lestari & Yudhanegara. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Aditama
Lie, A. (2014). Cooperative Learning, Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.
Nazir. (2014). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Rusman. (2014). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Sani, R. A. (2014). Inovasi Pembelajaran. Bumi Aksara. Jakarta.
Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Sudijo, A. (2009). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Rajawali Press
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. Kuantitatif dan R&D). Bandung: Penerbit CV. Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode apaenelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Suprijono, A. (2012). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Glamedia Pustaka Jaya
Suprijono, A. (2013). Cooperative Learning. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Susanto, A. (2015). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.